1. Jenis dan karakteristik fungsional generator
Generator adalah perangkat yang menghasilkan listrik ketika dikenai daya mekanik. Dalam proses konversi ini, daya mekanik berasal dari berbagai bentuk energi lain, seperti energi angin, energi air, energi panas, energi matahari, dan sebagainya. Menurut jenis listrik yang berbeda, generator terutama dibagi menjadi generator DC dan generator AC.
1. Karakteristik fungsional generator DC
Generator DC memiliki karakteristik penggunaan yang mudah dan pengoperasian yang andal. Generator ini dapat langsung menyediakan energi listrik untuk semua jenis peralatan listrik yang membutuhkan catu daya DC. Namun, terdapat komutator di dalam generator DC, yang mudah menghasilkan percikan listrik dan efisiensi pembangkitan daya yang rendah. Generator DC umumnya dapat digunakan sebagai catu daya DC untuk motor DC, elektrolisis, pelapisan listrik, pengisian daya, dan eksitasi alternator.
2. Karakteristik fungsional alternator
Generator AC merujuk pada generator yang menghasilkan arus bolak-balik (AC) di bawah pengaruh gaya mekanik eksternal. Generator jenis ini dapat dibagi menjadi pembangkit listrik AC sinkron.
Generator sinkron adalah jenis generator AC yang paling umum. Generator jenis ini digerakkan oleh arus DC, yang dapat menghasilkan daya aktif dan daya reaktif. Generator ini dapat digunakan untuk memasok daya ke berbagai peralatan beban yang membutuhkan pasokan daya AC. Selain itu, berdasarkan penggerak utama yang berbeda yang digunakan, generator sinkron dapat dibagi menjadi generator turbin uap, generator hidro, generator diesel, dan turbin angin.
Alternator banyak digunakan, misalnya, generator digunakan untuk pasokan listrik di berbagai pembangkit listrik, perusahaan, toko, pasokan listrik cadangan rumah tangga, mobil, dll.
Model dan parameter teknis generator
Untuk mempermudah manajemen produksi dan penggunaan generator, pemerintah telah menyatukan metode penyusunan model generator, dan menempelkan pelat nama generator pada posisi yang mudah terlihat di badan generator, yang terutama mencakup model generator, tegangan nominal, daya nominal, daya nominal, tingkat isolasi, frekuensi, faktor daya, dan kecepatan.
Model dan arti generator
Model generator biasanya merupakan deskripsi model unit, termasuk jenis tegangan keluaran generator, jenis unit generator, karakteristik kontrol, nomor seri desain, dan karakteristik lingkungan.
Selain itu, model beberapa generator bersifat intuitif dan sederhana, sehingga lebih mudah dikenali, seperti yang ditunjukkan pada Gambar 6, termasuk nomor produk, tegangan nominal, dan arus nominal.
(1) Tegangan nominal
Tegangan nominal mengacu pada tegangan nominal keluaran generator selama operasi normal, dan satuannya adalah kV.
(2) Arus nominal
Arus nominal mengacu pada arus kerja maksimum generator dalam operasi normal dan kontinu, dalam Ka. Ketika parameter generator lainnya berada pada nilai nominal, generator beroperasi pada arus ini, dan kenaikan suhu lilitan statornya tidak akan melebihi kisaran yang diizinkan.
(3) Kecepatan rotasi
Kecepatan generator mengacu pada kecepatan putaran maksimum poros utama generator dalam waktu 1 menit. Parameter ini merupakan salah satu parameter penting untuk menilai kinerja generator.
(4) Frekuensi
Frekuensi mengacu pada kebalikan dari periode gelombang sinus AC pada generator, dan satuannya adalah Hertz (Hz). Misalnya, jika frekuensi generator adalah 50Hz, itu menunjukkan bahwa arah arus bolak-balik dan parameter lainnya berubah 50 kali dalam 1 detik.
(5) Faktor daya
Generator menghasilkan listrik melalui konversi elektromagnetik, dan daya keluarannya dapat dibagi menjadi dua jenis: daya reaktif dan daya aktif. Daya reaktif terutama digunakan untuk menghasilkan medan magnet dan mengubah listrik menjadi magnet; daya aktif disediakan untuk pengguna. Dalam total daya keluaran generator, proporsi daya aktif disebut faktor daya.
(6) Sambungan stator
Sambungan stator generator dapat dibagi menjadi dua jenis, yaitu sambungan segitiga (berbentuk △) dan sambungan bintang (berbentuk Y), seperti yang ditunjukkan pada Gambar 9. Pada generator, ketiga gulungan stator generator biasanya dihubungkan menjadi bentuk bintang.
(7) Kelas isolasi
Tingkat isolasi generator terutama mengacu pada tingkat ketahanan suhu tinggi dari bahan isolasinya. Dalam generator, bahan isolasi merupakan titik lemah. Bahan tersebut mudah mengalami penuaan dini dan bahkan kerusakan pada suhu yang terlalu tinggi, sehingga tingkat ketahanan panas dari berbagai bahan isolasi juga berbeda. Parameter ini biasanya diwakili oleh huruf, di mana y menunjukkan suhu tahan panas 90 ℃, a menunjukkan suhu tahan panas 105 ℃, e menunjukkan suhu tahan panas 120 ℃, B menunjukkan suhu tahan panas 130 ℃, f menunjukkan suhu tahan panas 155 ℃, H menunjukkan suhu tahan panas 180 ℃, dan C menunjukkan suhu tahan panas lebih dari 180 ℃.
(8) Lainnya
Pada generator, selain parameter teknis di atas, terdapat juga parameter seperti jumlah fasa generator, berat total unit, dan tanggal pembuatan. Parameter-parameter ini intuitif dan mudah dipahami saat dibaca, dan terutama ditujukan bagi pengguna untuk dijadikan referensi saat menggunakan atau membeli.
3. Identifikasi simbol generator pada saluran
Generator merupakan salah satu komponen penting dalam rangkaian kontrol seperti penggerak listrik dan mesin perkakas. Saat menggambar diagram skematik yang sesuai dengan setiap rangkaian kontrol, generator tidak digambarkan dengan bentuk sebenarnya, tetapi ditandai dengan gambar atau diagram, huruf, dan simbol lain yang mewakili fungsinya.
Waktu posting: 15 November 2021
