Biaya konstruksi dan tenaga kerja pembangkit listrik tenaga air.

JENIS PLTU VS. BIAYA
Salah satu faktor utama yang memengaruhi biaya konstruksi fasilitas pembangkit listrik adalah jenis fasilitas yang diusulkan. Biaya konstruksi dapat sangat bervariasi tergantung pada apakah itu pembangkit listrik tenaga batu bara atau pembangkit listrik tenaga gas alam, tenaga surya, angin, atau nuklir. Bagi investor di bidang fasilitas pembangkit listrik, biaya konstruksi antara berbagai jenis fasilitas pembangkit listrik ini merupakan pertimbangan penting dalam menilai apakah investasi akan menguntungkan. Investor juga harus mempertimbangkan faktor lain, seperti biaya perawatan berkelanjutan dan permintaan di masa depan untuk menentukan tingkat pengembalian yang menguntungkan. Namun, yang terpenting dalam setiap perhitungan adalah biaya modal yang dibutuhkan untuk mengoperasikan fasilitas tersebut. Oleh karena itu, pembahasan singkat tentang biaya konstruksi aktual untuk berbagai jenis pembangkit listrik merupakan titik awal yang bermanfaat sebelum mengeksplorasi dinamika lain yang memengaruhi biaya konstruksi pembangkit listrik.
Saat menganalisis biaya konstruksi pembangkit listrik, penting untuk diingat bahwa biaya konstruksi yang terealisasi dapat dipengaruhi oleh sejumlah dinamika. Misalnya, akses ke sumber daya yang mendorong produksi listrik dapat berdampak besar pada biaya konstruksi. Sumber daya seperti tenaga surya, angin, dan panas bumi tersebar tidak merata, dan biaya untuk mengakses dan mengembangkan sumber daya ini akan meningkat seiring waktu. Para pemain awal di pasar akan mendapatkan akses sumber daya yang paling hemat biaya, sementara proyek-proyek baru mungkin harus membayar jauh lebih banyak untuk akses ke sumber daya yang setara. Lingkungan peraturan di lokasi pembangkit listrik dapat berdampak besar pada waktu penyelesaian proyek konstruksi. Untuk proyek-proyek yang memiliki investasi awal yang besar dalam konstruksi, hal ini dapat menyebabkan peningkatan akumulasi bunga dan biaya konstruksi secara keseluruhan. Untuk informasi lebih lanjut tentang berbagai faktor yang dapat memengaruhi biaya konstruksi pembangkit listrik, lihat Estimasi Biaya Modal untuk Pembangkit Listrik Skala Utilitas yang dirilis oleh Administrasi Informasi Energi AS (EIA) pada tahun 2016.
Biaya pembangunan pembangkit listrik disajikan sebagai biaya dalam dolar per kilowatt. Informasi yang disajikan di bagian ini disediakan oleh EIA. Secara khusus, kita akan menggunakan biaya pembangunan pembangkit listrik untuk fasilitas pembangkit listrik yang dibangun pada tahun 2015, yang dapat ditemukan di sini. Informasi ini adalah yang paling mutakhir yang tersedia, tetapi EIA diperkirakan akan merilis biaya pembangunan pembangkit listrik untuk tahun 2016 pada Juli 2018. Bagi mereka yang tertarik dengan biaya pembangunan pembangkit listrik, publikasi oleh EIA adalah salah satu sumber informasi paling berharga yang tersedia. Data yang disediakan oleh EIA berguna untuk menggambarkan sifat kompleks biaya pembangunan pembangkit listrik, dan menyoroti banyaknya variabel yang tidak hanya dapat memengaruhi biaya pembangunan pembangkit listrik tetapi juga profitabilitas yang berkelanjutan.

d9

BIAYA TENAGA KERJA DAN MATERIAL
Tenaga kerja dan material adalah dua faktor utama yang mendorong biaya konstruksi pembangkit listrik, dan keduanya menyebabkan kenaikan biaya konstruksi setiap tahun di semua industri. Memahami fluktuasi biaya tenaga kerja dan material sangat penting ketika menilai total biaya konstruksi pembangkit listrik. Konstruksi pembangkit listrik umumnya merupakan pekerjaan yang panjang. Proyek dapat memakan waktu minimal antara 1 hingga 6 tahun untuk penyelesaian, dengan beberapa proyek bahkan memakan waktu lebih lama. EIA dengan tepat menunjukkan bahwa perbedaan antara biaya material dan konstruksi yang diproyeksikan dan yang sebenarnya selama proyek berlangsung penting untuk dipertimbangkan dan dapat berdampak besar pada biaya konstruksi.
Biaya konstruksi secara umum meningkat, tetapi dua pendorong utama dari hal ini adalah beban material dan tenaga kerja. Biaya material telah meningkat secara dramatis dalam beberapa bulan terakhir, dan mungkin akan terus meningkat jika kebijakan saat ini dipertahankan. Secara khusus, tarif impor logam-logam utama, termasuk baja, aluminium, dan besi, serta kayu dari Kanada, menyebabkan fluktuasi dramatis dalam biaya material. Biaya material riil saat ini naik sekitar 10% dibandingkan Juli 2017. Tren ini tampaknya tidak akan mereda dalam waktu dekat. Baja sangat penting untuk konstruksi pembangkit listrik, sehingga tarif impor baja yang berkelanjutan dapat mengakibatkan peningkatan biaya yang substansial untuk konstruksi pembangkit listrik dari semua jenis.
Meningkatnya biaya tenaga kerja di industri konstruksi juga berkontribusi pada kenaikan biaya konstruksi. Peningkatan biaya tenaga kerja didorong oleh kekurangan tenaga kerja terampil yang berasal dari rendahnya partisipasi generasi milenial dalam bidang konstruksi dan penyusutan drastis tenaga kerja konstruksi selama dan setelah resesi. Meskipun banyak perusahaan konstruksi mengintegrasikan program jalur karier untuk menarik lebih banyak generasi milenial ke industri perdagangan, dibutuhkan waktu untuk melihat sepenuhnya dampak dari upaya ini. Kekurangan tenaga kerja ini terlihat paling jelas di daerah perkotaan dengan persaingan ketat untuk tenaga kerja terampil. Untuk proyek konstruksi pembangkit listrik di dekat pusat kota, akses ke tenaga kerja terampil mungkin terbatas dan mungkin dikenakan biaya tambahan.


Waktu posting: 22 Juli 2022

Tinggalkan pesan Anda:

Kirim pesan Anda kepada kami:

Tulis pesan Anda di sini dan kirimkan kepada kami.